NEGARA ABAIKAN KORBAN BOM BUNUH DIRI DI DEPAN GEREJA KATEDRAL MAKASAR

KMK UNIMUDA SORONG Mendesak Pemerintah Pusat Bapak Persiden Joko Widodo agar memberikan perhatian khusus kepada ke dua korban Bom bunuh diri yang terjadi di Katedral Makasar yang dimana kedua korban berasal dari Maluku tengara (Kei) dan maluku utara (Ternate), MAKASAR, 28 MARET 2021 terjadi Bom Bunuh Diri Saat Selesainya Ibdah Hari Minggu.

jangan hanya janji dalam media sosial bukti kongkrit yang kedua korban harapkan bahwa pentingnya perhatian dari pemerintah untuk menangani bom bunuh diri yang terjadi di depan gereja katedral makasar yang selama ini terabaikan oleh negara,"penegasan ini di sampaikan oleh Senior KMK Santo Yohanes Don Bosco Unimuda Sorong, Paulus Carry Tawurutubun, S.Pd. di timika provinsi papua, Jumat.01-Oktober-2021.

berdasarkan vidio yang tersebar luas di media sosial oleh kedua korban Bom Bunuh Diri Di depan pagar gereja katedral makasar, tangan dan kaki kedua korban mengalami penebalan kulit (KELOID) dan rasa nyeri pada kedua korban di bagian luka yang dapat menganggu psikologi ke dua korban.

"ini bukti bahwa tidak ada perhatian khusus terhadap kedua korban Bom Bunuh Diri Yang terjadi di Gereja Katedral Makasar, FALERIA SILITUBUN Asal maluku tenggara kepulauan Kei Dan KARINA DIMAYU asal Maluku Utara Ternate.

Dapatnya,lamah kelamaan pemerintah menutup mata akan terjadi dampak psikologis yang terjadi juga kmk berpandangan bahwa pemerintah terkesan diam dan lupa akan janji.

dirinya meminta kepada Pemuda Katolik Se-Indonesia agar dapat menyuarakan hal ini dianggap penting sebagai wujud dukungan bagi kedua korban bom bunuh diri dan nilai-nilai keadilan

kami juga berharap agar adanya bantua dari pemerintah provinsi, kab/kota di maluku tenggara dan maluku utara terhadap persoalan yang terjadi dimana kedua korban adalah saudara-saudara kita, yang sementara menjalani pendidikan di kota makasar.

pubdekdok

Komentar